Hari itu tiba,

aku tau ini yang terakhir bagiku
terakhir bertanya dalam benakku, apakah benar ini diriku?
namun, semua luluh dan terjadi begitu saja
penyesalan itu terus saja melintas,
berharap semua mundur dan tak terjadi

hanya khayalan saja yang terbentang didepan mataku
aku tlah terjatuh dalam kesalahan rasa ini
memang ini kesalahan terindah,
aku sendiri lelah bila terus berpikir
apakah dia juga merasakan hal yang sama?
mungkin tidak ….

aku merasa aku menjadi orang terhina diseluruh jagad ini
menjadi jiwa yang tak sanggup menghadapi kenyataan ini

terus dan terus kulakukan tanpa peduli sampai kapan
aku hanya menjalaninya menghadapi sang waktu.
dia yang menemaniku untuk terus berproses

pijaran bintang tak lagi terang
dia hanya terus meredup dan tak tau hingga kapan
realita harus dihadapi namun kepahitan terus kuhindari,
sebegitu kuatnya aku menghindarinya
aku iklas dan pasrah untuk menyambutnya

hanya rasa dan jiwa yang tulus yang dapat aku lekatkan padanya
mungkin itu akan jadi penyembuh batinku

jingga tak lagi berpijar dengan bintang
jingga akan mulai meredup
jingga akan mulai meratapi kesendiriannya
jingga akan percaya keputusasaan
jingga hanya akan mati ketika dia tau bintang tak bersamanya

namun jingga tau dan yakin bahwa bintang tak lagi nyata, maka hanya kekelaman yang menemaninya hingga detik ini.

tolong buat aku mengerti akan ini semua.
buat aku memahami adanya keterpurukan ini.
dan satu pintaku andaikan kau tau luapan ini… bawa aku keluar dari dunia ini dari dunia yang sering mengehempaskan aku.

walau aku tau memberi meski tak diberi
dan menerima meski tak diterima.

*bintang